Komunikasi
massa atau dalam Bahasa Inggrris (Mass communication) yang dapat didefinisikan
sebagai proses komunikasi yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber
yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya massal. Biasanya bisa melalui alat
– alat yang bersifat mekanis seperrti radio, televisi, surat kabar dan film.
Komunikasi Massa dikelola sebuah lembaga atau orang yang
dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim,
dan heterogen. Pesan- pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak,
cepat dan selintas.
Karakteristik Komunikasi Massa
- Publisitas, disebarluaskan kepada khalayak (orang banyak).
- Universalitas, pesannya bersifat umum, mencakup segala aspek kehidupan dansemua peristiwa di berbagai tempat, sasaran dan pendengarnya juga mencakup masyarakat umum.
- Periodisitas, sifatnya tetap atau berkala, misalnya harian atau mingguan, atau siaran sekian jam per hari.
- Kontinuitas, berkesinambungan atau terus-menerus sesuai dengan periode mengudara atau jadwal terbit.
- Aktualitas, berisi hal-hal baru, seperti informasi atau laporan peristiwa terbaru, tips baru, dan sebagainya. Aktualitas juga berarti kecepatan penyampaian informasi kepada publik.
- Menyebarluaskan informasi
- Sebagai bahan diskusi
- memajukan pendidikan dan kebudayaan
- Merangsang pertumbuhan ekonomi
- Menciptakan kebahagiaan hidup seseorang
Komunikasi Publik biasa disebut
komunikasi pidato, komunikasi kolektif, komunikasi retrorika, public speaking
dan komunikasi khalayak. Komunikasi publik menunjukkan suatu proses komunikasi
di mana pesan – pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di
depan khalayak yang lebih besar. Artinya, komunikasi publik penyampaian pesan
berlangsung secara kontinu. Dapat diidentifikasi siapa yang berbicara dan siapa
pendengarnya.
Karakteristik
Komunikasi Publik
Effendy mengungkapkan
tentang karakteristik dari komunikasi publik adalah sebagai berikut:
- Komunikasi publik berlangsung satu arah, ini berarti tidak terdapat arus balik dari komunikan kepada komunikator.
- Komunikator paada komunikasi publik bersifat umum, karena diperuntukan kepada umum mengenai kepentingan umum. jadi ditujukan kepada perseorangan atau kelompok tertentu.
- Media dalam komunikasi publik menimbulkan keserempakan, kemampuannyauntuk menimbulkan keserempaan kepada khalayak dalam menerima pesan - pesan yang disebarkan.
- Komunikan publik bersifat heterogen. Dalam komunikasi publik, khalayak yang dituju adalah siapa saja yang bersifat heterogen atau khalayak umum.
- Menumbuhkan semangat kebersamaan.
- Mempengaruhi orang lain atau si penerima.
- Memberikan informasi kepada si penerima.
- Memajukan Pendidikan.
- Menghibur.
3. KOMUNIKASI ORGANISASI
Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan
penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal
dari suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
Komunikasi Formal,
biasanya terjadi diantara anggota organisasi / perusahaan yang tata caranya
telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan,
konferensi, seminar dan sebagainya.
Komunikasi Informal, terjadi
di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur
organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh
terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung,
desas-desus, dan sebagainya.
Karakteristik Komunikasi Organisasi
Menurut (Goldhaber, 1993 : 14)
- Komunikasi organisasi terjadi di dalam suatu sistem terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungan internal (budaya) dan eksternal.
- Komunikasi organisasi melibatkan pesan-pesan dan arusnya, tujuan, arah, dan media yang digunakan.
- Komunikasi organisasi melibatkan orang-orang dengan sikap, perasaan, hubungan, dan kemampuan-kemampuannya.
- Komunikasi organisasi ditujukan kepada audiens korporat seperti stakeholders, jurnalis, analis, regulator, dan legislator.
- Komunikasi organisasi memiliki perspektif jangka panjang dan tidak secara langsung ditujukan untuk tujuan penjualan.
- Komunikasi organisasi mengaplikasikan jenis yang berbeda sebab pesan-pesannya lebih formal dan tidak berlebihan seperti pesan-pesan komunikasi pemasaran.
- Agar tidak terjadinya kesalahpahaman dalam penyampaian informasi antar anggota dalam suatu organisasi.
- Agar tercapainya tujuan bersama.
- Menyatukan seluruh aspek untuk kepentingan bersama.
- Memudahkan anggota untuk mengerjakan instruksi – instruksi yang diberikan atasan.
Komunikasi antarpribadi adalah
komunikasi di mana orang – orang yang terlibat dalam komunikasi menganggap
orang lain sebagai pribadi dan bukan sebagai objek seperti halnya benda, dan
komunikasi antarpribadi merupakan (interpersonal communication) yaitu komunikasi
secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun non verbal.
Karakteristik
Komunikasi Antarpribadi
Judy C. Pearson (1983)
menyebutkan enam karakteristik komunikasi antarpribadi yaitu:
- Komunikasi antarpribadi dimulai dengan diri pribadi (self). Berbagai persepsi komunikasi yang menyangkut pengamatan dan pemahaman berangkat dari dalam diri kita, artinya dibatasi oleh siapa diri kita dan bagaimana pengalaman kita.
- Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional. Anggapan ini mengacu pada tindakan pihak-pihak yang berkomunikasi secara serempak menyampaikan dan menerima pesan.
- Komunikasi antarpribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Maksudnya komunikasi antarpribadi tidak hanya berkenaan dengan isi pesan yang dipertukarkan, tetapi juga melibatkan siapa partner komunikasi kita dan bagaimana hubungan kita dengan partner tersebut.
- Komunikasi antarpribadi menyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi.
- Komunikasi antarpribadi melibatkan pihak-pihak yang saling tergantung satu dengan lainnya (interdependen) dalam proses komunikasi.
- Komunikasi antarpribadi tidak dapat diubah maupun diulang.
- Menyampaikan informasi
- Berbagi pengalaman
- Menumbuhkan simpati
- Melakukan kerjasama
- Menumbuhkan motivasi
- Keluh kesah
5. KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
Komunikasi antar budaya adalah komunikasi
yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa
beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini).
Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang
serta berlangsung dari generasi ke generasi (Tubbs, Moss:1996).
Karakteristik komunikasi Antarbudaya
Menurut Stella
Ting-Toomey, ada beberapa karakteristik komunikasi antar budaya:
- Pertukaran simbolis, mengacu pada penggunaan simbol-simbol verbal dan nonverbal antara minimal dua individu untuk mencapai makna bersama.
- Proses, mengacu pada sifat saling bergantung dari pertemuan antarbudaya. Setelah dua orang asing melakukan kontak budaya dan berusaha untuk berkomunikasi, mereka masuk ke dalam suatu hubungan saling bergantung. Selanjutnya, komunikasi antarbudaya adalah proses ireversibel karena penerima dapat membentuk kesan yang berbeda bahkan dalam hal pesan berulang-ulang bersamaan.
- Komunitas budaya yang berbeda, didefinisikan sebagai konsep yang luas. Sebuah komunitas budaya mengacu pada sekelompok individu berinteraksi dalam senuah unit dibatasi yang menegakkan seperangkat tradisi berbagi dan cara hidup.
- Menegosiasikan makna bersama, mengacu pada tujuan umum dari setiap pertemuan komunikasi antarbudaya. Dalam negosiasi bisnis antarbudaya atau hubungan romantis antarbudaya, tingkat pertama perhatian kita adalah bahwa ada keinginan pesan yang disampaikan bisa dipahami.
- Situasi interaktif, mengacu pada adegan interaksi pertemuan diadik. Sebuah adegan interaktif antara dua individu yang saling memberi dan menerima.
- Memahami perbedaan budaya yang mempengaruhi praktik komunikasi.
- Mengkomunikasi antar orang yang berbeda budaya.
- Mengidentifikasikan kesulitan – kesulitan yang muncul dalam komunikasi.
- Membantu mengatasi masalah komunikasiyang disebabkan oleh perbedaan budaya.
- Meningkatan ketrampilan verbal dan non verbal dalam komunikasi.
- Menjadikan kita mampu berkomunikasi secara efektif.
6. KOMUNIKASI KELOMPOK
Komunikasi kelompok adalah
komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil”
seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984).
Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok
sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan
yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan
masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi
anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di
atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, peserta komunikasi
lebih dari dua orang, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk
mencapai tujuan kelompok.
Komunikasi kelompok biasanya digunakan untuk bertukar
informasi, menambah pengetahuan, memperteguh atau mengubah sikap dan perilaku,
mengembangkan kesehatan jiwa, dan meningkatkan kesadaran.
Karakteristik Komunikasi Kelompok
- Karakteristik komunikasi kelompok, yaitu norma (persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan lainnya; ada tiga kategori norma yaitu norma sosial, prosedural, dan norma tugas) dan peran (pola-pola perilaku yang diharapkan dari setiap anggota kelompok; ada dua fungsi peran dalam kelompok, yaitu fungsi tugas dan fungsi pemeliharaan).
- Karakteristik dari kelompok kecil, yaitu : ditujukan pada kognisi komunikan, prosesnya berlangsung secara dialogis, sirkular, komunikator menunjukkan pesan atau pikiran kepada komunikan, umpan balik berbentuk verbal.
- Karakteristik dari kelompok besar, yaitu : ditujukan kepada Afeksi komunikan, prosesnya berlangsung secara linear, dialogis namun berbentuk tanya jawab. Suatu kelompok disadari atau tidak berpengaruh sangat besar terhadap cara suatu individu dalam bertindak, bersikap, berperilaku, dan pola pikir.
- Sebagai sarana pendidikan untuk mencapai pertukaran pikirian antar kelompok.
- Sebagai sarana untuk memelihara hubungan sosial.
- Menghendaki adanya perubahan sikap dan tingkah laku.
- Sebagai pemecah masalah dan pengambilan suatu keputusan.
Arni,
Muhammad. 2008. Komunikasi Organisasi,Jakarta: Bumu Aksara.
Liliweri,Alo. 2004. Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya,
Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Sihabudin. Ahmad. 2011. Komunikasi Antar Budaya,
Jakarta: Budi Aksara
Liliweri, Alo.1991. Komunikasi Antarpribadi.
Bandung : Citra Aditya Bakti.
Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi.
Jakarta: PT. Grasindo.
Sugiyo. 2005. Komunikasi Antarpribadi. Semarang:
UNNES Press.
Cangara, hafied.2006. Pengantar komunikasi. Jakarta :
PT. Raja Grafindo Persada.
Politeknik Negeri Jakarta
Teknik Grafika dan Penerbitan
Pengantar Komunikasi
"R. Eko Pranoto, A.Md"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar