Jumat, 11 September 2015

TIPE KOMUNIKASI, KARAKTERISTIK DAN FUNGSI

1. KOMUNIKASI MASSA


Komunikasi massa atau dalam Bahasa Inggrris (Mass communication) yang dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya massal. Biasanya bisa melalui alat – alat yang bersifat mekanis seperrti radio, televisi, surat kabar dan film. Komunikasi Massa dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan- pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.
Karakteristik Komunikasi Massa
  1. Publisitas, disebarluaskan kepada khalayak (orang banyak).
  2. Universalitas, pesannya bersifat umum, mencakup segala aspek kehidupan dansemua peristiwa di berbagai tempat, sasaran dan pendengarnya juga mencakup masyarakat umum.
  3. Periodisitas, sifatnya tetap atau berkala, misalnya harian atau mingguan, atau siaran sekian jam per hari.
  4. Kontinuitas, berkesinambungan atau terus-menerus sesuai dengan periode mengudara atau jadwal terbit.
  5. Aktualitas, berisi hal-hal baru, seperti informasi atau laporan peristiwa terbaru, tips baru, dan sebagainya. Aktualitas juga berarti kecepatan penyampaian informasi kepada publik.
Fungsi Komunikasi Massa
  1. Menyebarluaskan informasi
  2. Sebagai bahan diskusi
  3. memajukan pendidikan dan kebudayaan
  4. Merangsang pertumbuhan ekonomi
  5. Menciptakan kebahagiaan hidup seseorang



2. KOMUNIKASI PUBLIK

Komunikasi Publik biasa disebut komunikasi pidato, komunikasi kolektif, komunikasi retrorika, public speaking dan komunikasi khalayak. Komunikasi publik menunjukkan suatu proses komunikasi di mana pesan – pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan khalayak yang lebih besar. Artinya, komunikasi publik penyampaian pesan berlangsung secara kontinu. Dapat diidentifikasi siapa yang berbicara dan siapa pendengarnya.
Karakteristik Komunikasi Publik
Effendy mengungkapkan tentang karakteristik dari komunikasi publik adalah sebagai berikut:
  1. Komunikasi publik berlangsung satu arah, ini berarti tidak terdapat arus balik dari komunikan kepada komunikator.
  2. Komunikator paada komunikasi publik bersifat umum, karena diperuntukan kepada umum mengenai kepentingan umum. jadi ditujukan kepada perseorangan atau kelompok tertentu.
  3. Media dalam komunikasi publik menimbulkan keserempakan, kemampuannyauntuk menimbulkan keserempaan kepada khalayak dalam menerima pesan - pesan yang disebarkan.
  4. Komunikan publik bersifat heterogen. Dalam komunikasi publik, khalayak yang dituju adalah siapa saja yang bersifat heterogen atau khalayak umum.
Fungsi Komunikasi Publik
  1. Menumbuhkan semangat kebersamaan.
  2. Mempengaruhi orang lain atau si penerima.
  3. Memberikan informasi kepada si penerima.
  4. Memajukan Pendidikan.
  5. Menghibur.


3. KOMUNIKASI ORGANISASI

Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
Komunikasi Formal, biasanya terjadi diantara anggota organisasi / perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan, konferensi, seminar dan sebagainya.
Komunikasi Informal, terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas-desus, dan sebagainya.
Karakteristik Komunikasi Organisasi
Menurut (Goldhaber, 1993 : 14)
  1. Komunikasi organisasi terjadi di dalam suatu sistem terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungan internal (budaya) dan eksternal.
  2.  Komunikasi organisasi melibatkan pesan-pesan dan arusnya, tujuan, arah, dan media yang digunakan.
  3. Komunikasi organisasi melibatkan orang-orang dengan sikap, perasaan, hubungan, dan kemampuan-kemampuannya.
Menurut (Van Riel & Fombrun, 2007 : 20)
  1. Komunikasi organisasi ditujukan kepada audiens korporat seperti stakeholders, jurnalis, analis, regulator, dan legislator.
  2. Komunikasi organisasi memiliki perspektif jangka panjang dan tidak secara langsung ditujukan untuk tujuan penjualan.
  3. Komunikasi organisasi mengaplikasikan jenis yang berbeda sebab pesan-pesannya lebih formal dan tidak berlebihan seperti pesan-pesan komunikasi pemasaran.
Fungsi Komunikasi Organisasi
  1. Agar tidak terjadinya kesalahpahaman dalam penyampaian informasi antar anggota dalam suatu organisasi.
  2. Agar tercapainya tujuan bersama.
  3. Menyatukan seluruh aspek untuk kepentingan bersama.
  4. Memudahkan anggota untuk mengerjakan instruksi – instruksi yang diberikan atasan.


4. KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi di mana orang – orang yang terlibat dalam komunikasi menganggap orang lain sebagai pribadi dan bukan sebagai objek seperti halnya benda, dan komunikasi antarpribadi merupakan (interpersonal communication) yaitu komunikasi secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun non verbal.
Karakteristik Komunikasi Antarpribadi
Judy C. Pearson (1983) menyebutkan enam karakteristik komunikasi antarpribadi yaitu:
  1. Komunikasi antarpribadi dimulai dengan diri pribadi (self). Berbagai persepsi komunikasi yang menyangkut pengamatan dan pemahaman berangkat dari dalam diri kita, artinya dibatasi oleh siapa diri kita dan bagaimana pengalaman kita.
  2. Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional. Anggapan ini mengacu pada tindakan pihak-pihak yang berkomunikasi secara serempak menyampaikan dan menerima pesan.
  3. Komunikasi antarpribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Maksudnya komunikasi antarpribadi tidak hanya berkenaan dengan isi pesan yang dipertukarkan, tetapi juga melibatkan siapa partner komunikasi kita dan bagaimana hubungan kita dengan partner tersebut.
  4. Komunikasi antarpribadi menyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi.
  5. Komunikasi antarpribadi melibatkan pihak-pihak yang saling tergantung satu dengan lainnya (interdependen) dalam proses komunikasi.
  6. Komunikasi antarpribadi tidak dapat diubah maupun diulang.
Fungsi Komunikasi Antarpribadi
  1.  Menyampaikan informasi
  2. Berbagi pengalaman
  3. Menumbuhkan simpati
  4. Melakukan kerjasama
  5. Menumbuhkan motivasi
  6.  Keluh kesah

5. KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini). Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi (Tubbs, Moss:1996).
Karakteristik komunikasi Antarbudaya
Menurut Stella Ting-Toomey, ada beberapa karakteristik komunikasi antar budaya: 
  1. Pertukaran simbolis, mengacu pada penggunaan simbol-simbol verbal dan nonverbal antara minimal dua individu untuk mencapai makna bersama.
  2. Proses, mengacu pada sifat saling bergantung dari pertemuan antarbudaya. Setelah dua orang asing melakukan kontak budaya dan berusaha untuk berkomunikasi, mereka masuk ke dalam suatu hubungan saling bergantung. Selanjutnya, komunikasi antarbudaya adalah proses ireversibel karena penerima dapat membentuk kesan yang berbeda bahkan dalam hal pesan berulang-ulang bersamaan.
  3. Komunitas budaya yang berbeda, didefinisikan sebagai konsep yang luas. Sebuah komunitas budaya mengacu pada sekelompok individu berinteraksi dalam senuah unit dibatasi yang menegakkan seperangkat tradisi berbagi dan cara hidup.
  4. Menegosiasikan makna bersama, mengacu pada tujuan umum dari setiap pertemuan komunikasi antarbudaya. Dalam negosiasi bisnis antarbudaya atau hubungan romantis antarbudaya, tingkat pertama perhatian kita adalah bahwa ada keinginan pesan yang disampaikan bisa dipahami.
  5. Situasi interaktif, mengacu pada adegan interaksi pertemuan diadik. Sebuah adegan interaktif antara dua individu yang saling memberi dan menerima.
Fungsi Komunikasi Antarbudaya
  1. Memahami perbedaan budaya yang mempengaruhi praktik komunikasi.
  2. Mengkomunikasi antar orang yang berbeda budaya.
  3. Mengidentifikasikan kesulitan – kesulitan yang muncul dalam komunikasi.
  4. Membantu mengatasi masalah komunikasiyang disebabkan oleh perbedaan budaya.
  5.  Meningkatan ketrampilan verbal dan non verbal dalam komunikasi.
  6.  Menjadikan kita mampu berkomunikasi secara efektif.

6. KOMUNIKASI KELOMPOK

Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, peserta komunikasi lebih dari dua orang, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
Komunikasi kelompok biasanya digunakan untuk bertukar informasi, menambah pengetahuan, memperteguh atau mengubah sikap dan perilaku, mengembangkan kesehatan jiwa, dan meningkatkan kesadaran.
Karakteristik Komunikasi Kelompok
  1. Karakteristik komunikasi kelompok, yaitu norma (persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan lainnya; ada tiga kategori norma yaitu norma sosial, prosedural, dan norma tugas) dan peran (pola-pola perilaku yang diharapkan dari setiap anggota kelompok; ada dua fungsi peran dalam kelompok, yaitu fungsi tugas dan fungsi pemeliharaan).
  2. Karakteristik dari kelompok kecil, yaitu : ditujukan pada kognisi komunikan, prosesnya berlangsung secara dialogis, sirkular, komunikator menunjukkan pesan atau pikiran kepada komunikan, umpan balik berbentuk verbal.
  3. Karakteristik dari kelompok besar, yaitu : ditujukan kepada Afeksi komunikan, prosesnya berlangsung secara linear, dialogis namun berbentuk tanya jawab. Suatu kelompok disadari atau tidak berpengaruh sangat besar terhadap cara suatu individu dalam bertindak, bersikap, berperilaku, dan pola pikir.
Fungsi Komunikasi Kelompok
  1. Sebagai sarana pendidikan untuk mencapai pertukaran pikirian antar kelompok.
  2. Sebagai sarana untuk memelihara hubungan sosial.
  3. Menghendaki adanya perubahan sikap dan tingkah laku.
  4. Sebagai pemecah masalah dan pengambilan suatu keputusan.




REFERENSI
Arni, Muhammad. 2008. Komunikasi Organisasi,Jakarta: Bumu Aksara.
Liliweri,Alo. 2004. Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Sihabudin. Ahmad. 2011. Komunikasi Antar Budaya, Jakarta: Budi Aksara
Liliweri, Alo.1991. Komunikasi Antarpribadi. Bandung : Citra Aditya Bakti.
Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Grasindo.
Sugiyo. 2005. Komunikasi Antarpribadi. Semarang: UNNES Press.
Cangara, hafied.2006. Pengantar komunikasi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.




Politeknik Negeri Jakarta
Teknik Grafika dan Penerbitan
Pengantar Komunikasi
"R. Eko Pranoto, A.Md"


















Kamis, 03 September 2015

PENGANTAR KOMUNIKASI

DASAR KOMUNIKASI

Sebagai makhluk sosial manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu ini memaksa manusia perlu berkomunikasi.
Dalam hidup bermasyarakat, orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan orang lain niscaya akan terisolasi dari masyarakatnya. pengaruh keterisolasian ini akan menimbulkan depresi mental yang pada akhirnya membawa orang kehilangan keseimbangan jiwa. 
Banyak pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat. Profesor Wilbur Schramm menyebutnya bahwa komunikasi dan masyarakat merupakan dua kata kembar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Karena tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk, dan sebaliknya tanpa masyarakat manusia tidak dapat menciptakan sebuah komunikasi. 
Harold D. Lasswel salah seorang peletak dasar ilmu komunikasi lewat ilmu politik menyebut tiga fungsi dasar yang menjadi penyebab, mengapa manusia perlu berkomunikasi.
1.) Hasrat manusia untuk mengontrol lingkungannya
Melalui komunikasi manusia dapat mengetahui  peluang-peluang yang ada untuk dimanfaatkan, dipelihara, dan menghindar pada hal-hal yang mengancam alam sekitarnya. Melalui komunikasi manusia dapat mengetahui suatu kejadian atau peristiwa bahkan melalui komunikasi manusia dapat mengembangkan pengetahuannya, yakni belajar dari pengalamannya, maupun melalui informasi yang mereka terima dari lingkungan sekitarnya.
2.) Upaya manusia untuk beradaptasi dengan lingkungannya
Proses kelanjutan suatu masyarakat itu beradaptasi dengan lingkungannya. Penyesuaian disini bukan saja terletak pada kemampuan manusia memberi tanggapan terhadap gejala alam seperti banjir, gempa bumi, dan musim yang mempengaruhi  perilaku manusia, tetapi juga lingkungan masyarakat tempat manusia hidup dalam tantangan. Dalam lingkungan seperti ini diperlukan penyesuaian, agar manusia dapat hidup dalam suasana harmonis.
3.) Upaya melakukan transformasi warisan sosialisasi
Suatu masyarakat yang ingin mempertahankan keberadaannya, maka anggota masyarakatnya dituntut untuk melakukan pertukaran nilai, perilaku, dan peranan. Misalnya bagaimana orang tua mengajarkan tata krama bermasyarakat yang baik kepada anak-anaknya. Bagaimana sekolah difungsikan untuk mendidik warga negaranya. Bagaimana media massa menyalurkan hati nurani khalayaknya. Dan bagaimana pemerintah dengan kebijaksanaannya yang dibuat untuk mengayomi kepentingan anggota masyarakat yang dilayaninya.

Komunikasi telah memperpendek jarak, menghemat biaya, menembus ruang dan waktu. Komunikasi telah menjembatani antara pikiran, perasaan dan kebutuhan seseorang dengan dunia luarnya. Komunikasi membangun kontak – kontak manusia dengan menunjukkan keberadaan dirinya dan berusaha memahami kehendak, sikap dan perilaku orang lain. Komunikasi membangun cakrawala seseorang menjadi semakin luas.


JENIS - JENIS KOMUNIKASI

1. KOMUNIKASI MENURUT CARA PENYAMPAIAN
Pada dasarnya setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lainnya karena manusia selain makhluk individu juga sekaligus makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Namun tidak semua orang dapat secara trampil berkomunikasi, oleh karena itu perlu dikenali berbagai cara penyampaian informasi.
Kiranya tidak terlalu sulit untuk mengenali cara-cara penyampaian informasi dalam komunikasi, karena pada dasarnya kita telah melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut cara penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi :
a.     Komunikasi Lisan
Komunikasi yang terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, dimana dua belah pihak dapat bertatap muka, misalnya dialog dua orang, wawancara maupun rapat dan sebagainya.
Komunikasi yang terjadi secara tidak langsung karena dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi lewat telepon dan sebagainya.
b.    Komunikasi Tertulis
Komunikasi Tertulis adalah komunikasi yang dilaksanakan dalam bentuk surat dan dipergunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya singkat, jelas tetapi dipandang perlu untuk ditulis dengan maksud-maksud tertentu.
Contoh-contoh komunikasi tertulis ini antara lain:

  • Naskah, yang biasanya dipergunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat komplek.
  • Blangko-blangko, yang dipergunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar.
  • Gambar dan foto, karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
  • Spanduk, yang biasa dipergunakan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang.
Dalam berkomunikasi secara tertulis, sebaiknya dipertimbangkan maksud dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Disamping itu perlu juga resiko dari komunikasi tertulis tersebut, misalnya aman, mudah dimengerti dan menimbulkan pengertian yang berbeda dari yang dimaksud.

2. KOMUNIKASI MENURUT KELANGSUNGANNYA
Di dalam proses komunikasi dapat kita ketahui terjadinya interaksi dua belah pihak tersebut sebagai berikut :
a. Komunikasi Langsung
Proses komunikasinya dilaksanakan secara langsung tanpa bantuan perantara orang ketiga ataupun media komunikasi yang ada dan tidak dibatasi oleh jarak.
b. Komunikasi Tidak Langsung
Proses komunikasinya dilaksanakan dengan bantuan pihak ketiga atau  bantuan alat-alat atau media komunikasi.

3. KOMUNIKASI MENURUT PERILAKU
Komunikasi merupakan hasil belajar manusia yang terjadi secara otomatis, sehingga dipengaruhi oleh perilaku maupun posisi seseorang. Menurut perilaku, komunikasi dapat dibedakan menjadi :
a. Komunikasi Formal
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi / perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan, konferensi, seminar dan sebagainya.
b. Komunikasi Informal
Komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas-desus, dan sebagainya.
c. Komunikasi Nonformal
Komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun perusahaan, dan sebagainya.
Maka dapat diketahui bahwa komunikasi formal, informal dan nonformal saling berhubungan, dimana komunikasi nonformal merupakan jembatan antara komunikasi formal dengan komunikasi informal yang dapat memperlancar penyelesaian tugas resmi, serta dapat mengarahkan komunikasi informal kepada komunikasi formal.

4. KOMUNIKASI MENURUT MAKSUD KOMUNIKASI
Bila diperhatikan dengan seksama, maka dapat diketahui bahwa komunikasi dapat terlaksana bila terdapat inisiatif dari komunikator maka maksud terlaksananya komunikasi lebih banyak ditentukan oleh komunikator tersebut. Menurut maksud dilakukan komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut:
·  Pidato
·  Ceramah 
·  Memberi prasaran
·  Wawancara 
·  Memberi perintah atau tugas
Dengan demikian jelas bahwa inisiatif komunikator menjadi faktor penentu, demikian pula kemampuan komunikator tersebutlah yang memegang peranan keberhasilan proses komunikasinya.

5. KOMUNIKASI MENURUT RUANG LINGKUP
Ruang lingkup terjadinya komunikasi merupakan batasan jenis komunikasi ini. Maka dalam komunikasi menurut ruang lingkup dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Komunikasi Internal
Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkungan organisasi atau perusahaan yang terjadi diantara anggota organisasi atau perusahaan tersebut saja.
Komunikasi Internal ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
1.  Komunikasi Vertikal, yaitu komunikasi yang terjadi dalam bentuk komunikasi dari atasan kepada bawahan, misalnya perintah, teguran, pujian, petunjuk dan sebagainya.
2.  Komunikasi Horisontal, yaitu komunikasi yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi/ kantor diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan sejajar.
3.  Komunikasi Diagonal, yaitu komunikasi yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi atau kantor diantara orang - orang yang mempunyai kedudukan tidak sama pada posisi tidak sejalur vertikal.

b. Komunikasi Eksternal
Komunikasi yang berlangsung antara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang ada di luar organisasi atau perusahaan tersebut. Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk :

·      Eksposisi, pameran, promosi, publikasi dan sebagainya
·      Konferensi pers( press release )
·      Siaran televisi, radio, dan sebagainya
·      Bakti sosial, pengabdian pada masyarakat, dan sebagainya
Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk mendapat pengertian,kepercayaan, bantuan dan kerjasama dengan masyarakat.

6. KOMUNIKASI MENURUT ALIRAN INFORMASI
Informasi merupakan muatan yang menjadi bagian pokok dalam komunikasi, oleh karena itu arah informasi tersebut akan menentukan macam komunikasi yang sedang terjadi. Komunikasi menurut aliran informasi dapat dibedakan sebagai berikut :
a.    Komunikasi satu arah ( simplex )
Komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja (one way communication ). Pada umumnya komunikasi ini terjadi dalam keadaan mendesak atau darurat atau yang terjadi karena sistem yang mengaturnya harus demikian, misalnya untuk menjaga kerahasiaan atau untuk menjaga kewibawaan pimpinan.
b.    Komunikasi dua arah ( duplex )
Komunikasi yang bersifat timbal balik ( two ways communication ). Dalam hal ini komunikasi diberi kesempatan untuk memberikan respons atau feed back kepada komunikatornya. Maka komunikasi ini dapat memberikan kepuasan kedua belah pihak dan dapat menghindarkan terjadinya kesalah pahaman.
c.    Komunikasi ke atas
Komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan.
d.    Komunikasi ke bawah
Komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan.
e.    Komunikasi ke samping
Komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan sejajar.
Dengan demikian arah informasi tersebut akan dianut sebagai bentuk interaksi komunikasinya.

7. KOMUNIKASI MENURUT JARINGAN KERJA
Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan komunikasi akan terlaksana menurut sistem yang ditetapkannya dalam jaringan kerja. Komunikasi menurut jaringan kerja ini dapat dibedakan menjadi :
a. Komunikasi jaringan kerja rantai
Komunikasi terjadi menurut saluran hirarchi organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.     
b.    Komunikasi jaringan kerja lingkaran
Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran. Saluran komunikasi lebih singkat dan merupakan kebalikan dari jaringan kerja rantai.
c.    Komunikasi jaringan bintang
Komunikasi ini terjadi melalui satu'sentral dan saluran yang dilalui lebih pendek.

8. KOMUNIKASI MENURUT PERANAN INDIVIDU
Komunikasi yang dilakukan oleh seseorang kepada pihak-pihak lain baik secara kelompok maupun secara individual. Dalam komunikasi ini peranan individu sangat mempengaruhi keberhasilan proses komunikasinya. Ada beberapa macam antara lain :
a. Komunikasi antar individu dengan individu yang lain.
Komunikasi ini terlaksana baik secara nonformal maupun informal, yang jelas individu yang bertindak sebagai komunikator harus mampu mempengaruhi perilaku individu yang lain.
b. Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas.
Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.
c. Komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih.
Dalam komunikasi ini individu berperanan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmonis.

9. KOMUNIKASI MENURUT JUMLAH YANG BERKOMUNIKASI

Komunikasi selalu terjadi diantara sesama manusia baik itu perorangan maupun kelompok. Oleh karena itu jumlah yang berkomunikasi akan mempengaruhi proses komunikasi itu sendiri, disamping sifat clan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Untuk itu dapat dibedakan sebagai berikut :
a.    Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi ini merupakan komunikasi dengan diri-sendiri baik disadari atau tidak, misalnya berpikir.
b.    Komunikasi Perseorangan (Interpersonal/antarpribadi)
Komunikasi yang terjadi secara perseorangan atau individual antara pribadi dengan pribadi tentang permasalahan yang bersifat pribadi juga. Dalam komunikasi ini dapat dilaksanakan secara langsung maupun lewat telepon namun tetap terjadi secara perseorangan. 
10. DARI SEGI KEMASAN PESAN
Komunikasi dapat dilakukan secara verbal (dengan berbicara) atau dengan nonverbal (diwakili bahasa isyarat).Komunikasi verbal : diwakili dalam penyebutan kata-kata,yang pengungkapannya dapat dengan lisan atau tertulis.Komunikasi non verbal : terlihat dalam ekspresi atau mimik wajah,gerakan tangan,mata dan bagian tubuh lainnya.


MODEL KOMUNIKASI

Hampir semua diantara kita pernah mengunjungi pameran atau museum. Di sana diperlihatkan berbagai macam miniatur, seperti gedung, candi, pesawat terbang, perahu dan sebagainya, Miniatur – miniatur seperti yang dimaksud adalah model. Model adalah suatu gambaran yang sistematis dan abstrak, di mana menggambarkan aspek dari sebuah proses (Book, 1980).
Model dibangun agar kita dapat mengidentifikasi, menggambarkan atau mengkatagorisasikan komponen – komponen yang relavan dari suatu proses. Sebuah model dapat dikatakan sempurna, jika ia mampu memperlihatkan semua aspek – aspek yang mendukung terjadinya sebuah proses. Misalnya, dapat melakukan spesifikasi dan menunjukkan kaitan antara satu komponen lainnya dalam suatu proses, serta kebenarannya dapat ditunjukkan secara nyata. Ada tiga model komunikasi yang perlu diketahui dalam memahami komunikasi antar manusia, yakni model analisis dasar komunikasi, model proses komunikasi, dan model komunikasi partisipasi.



1.    Model Analisis Dasar Komunikasi
Model ini dinilai sebagai model klasik atau model pemula komunikasi yang dikembangkan sejak Aristoteles, kemudian Laswell hingga dan Weaver. Aristoteles yang hidup pada saat komunikasi retorika sangat berkembang di Yunani, terutama keterampilan orang membuat pidato pembelaan di muka pengadilan dan rapat-rapat umum yang dihadiri oleh rakyat. Atas dasar itu, Aristoteles membuat model komunikasi yang terdiri atas tiga unsur, yakni: Siapa (sumber), mengatakan apa (pesan), kepada siapa (penerima).
Model dasar komunikasi yang dibuat Aristoteles telah memengaruhi Harold D. Laswell, seorang sarjana politik Amerika yang kemudian membuat model komunikasi yang dikenal dengan formula Lasswell, seorang sarjana politik Amerika yang kemudian membuat model komunikasi yang dikenal dengan formula Lasswell (1948). Laswell membuat model komunikasi yang terdiri atas lima unsur, yakni: Siapa, mengatakan apa, melalui apa, kepada siapa- dan apa akibatnya.
Selanjutnya, model komunikasi oleh Shannon dan Weaver yakni: information source(menciptakan pesan), kemudian ditransmit melalui saluran kawat atau gelombang udara, signal, Noise source, received signal, receiver (message), destination. Tujuan di sini adalah penerima yang menjadi sasaran pesan.
Untuk mengukur kecermatan sinyal yang bisa ditransmit secara maksimum, Shannon dan Weaver memperkenalkan konsep redundancy dan entropy yang diukurnya secara kuantitatif.
Redundancy adalah pengulangan kata untuk membumbui  pembicaraan lewat radio atau telepon akan menyebabkan rendahnya entropy. Artinya ketepatan signal (pesan) yang dikirim melalui kawat atau gelombang udara akan berkurang. Namun konsep redundancy dan entropy dari Shannon dan Weaver tentu saja tidak dapat dilihat dari sisi lain. Mengulangi, menambah atau membumbu-bumbui pembicaraan mengandung makna untuk memperkaya seni bahasa. Bahasa yang indah dapat membangkitkan rasa persaudaraan yang lebih akrab. Demikian pandangan pakar bahasa.

2.    Model Proses Komunikasi
Salah satu dari model model komunikasi adalah model proses komunikasi. Salah satu model yang banyak digunakan untuk menggambarkan proses komunikasi ialah model sirkular yang dibuat oleh Schramm bersama Osgood. Model ini menggambarkan komunikasi sebagai proses yang dinamis, yang di mana pesan ditransmit melalui proses encoding dan juga decoding. Proses Encoding adalah translasi yang dilakukan oleh sumber atas sebuah pesan, dan proses decoding adalah translasi yang dilakukan oleh penerima terhadap pesan yang berasal dari sumber. Hubungan antara encoding dan decoding yaitu hubungan antara sumber dan penerima secara simultan dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Pada model komunikasi ini bisa berfungsi ganda sebagai pengirim pesan dan penerima. Pada tahap awalnya, sumber berfungsi sebagai encoder dan penerima sebagai decoder. Pada tahap selanjutnya penerima berfungsi sebagai pengirim dan sumber sebagai penerima. Jadi disini sumber pertama akan menjadi penerima kedua dan penerima pertama akan berfungsi sebagai sumber kedua, begitu seterusnya.
Pelaku komunikasi baik sumber penerima dalam model komunikasi ini mempunyai kedudukan yang setingkat. Oleh karena itu proses komunikasi dapat dimulai dan berakhir di mana dan kapan saja.



3.    Model Komunikasi Partisipasi
D. Lawrence Kincaid dan Everett M. Rogers mengembangkan sebuah model  komunikasi berdasarkan prinsip pemusatan yang dikembangkan dari teori informasi dan sibernetik. Model ini muncul setelah melihat berbagai kelemahan model komunikasi satu arah yang telah mendominasi berbagai riset komunikasi sebelumnya. Teori sibernetik melihat komunikasi sebagai suatu sistem di mana semua unsur saling bermain dan mengatur dalam memproduksi luaran. Keberhasilan teori ini telah ditunjukkan dalam merakit berbagai macam teknologi canggih seperti computer, radar, dan peluru kendali jelajah.

Dengan kata lain, komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih saling menukar informasi untuk mencapai kebersamaan dalam situasi di mana mereka berkomunikasi. 

Model komunikasi kontemporer (paradigm baru) yang memberi tekanan pada khalayaknya dan bersifat dua arah (dialogis), interaktif (saling memengaruhi) dan saling membagi yang mengarah pada saling pengertian (mutual understanding). Sedangkan model komunikasi yang berdasar paradigm lama, memberi tekanan pada sumber sebagai pelaku yang dominan, satu arah dan berusaha memengaruhi khalayak dengan metode persuasi propaganda. Jelasnya, dalam komunikasi yang multidimensional semua elemen berada dalam posisi sama untuk dapat memengaruhi dan dipengaruhi.


KOMUNIKASI PERIKLANAN
Definisi komunikasi menurut Bernald Berelson dan Gary A. Steiner (dalam Mulyana, 2007:68), komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, figur, grafik, dan sebagainya.
Periklanan merupakan terjemahan dari bahasa Inggris advertising, advertising sendiri berasal dari bahasa latin Advertere, artinya mengalihkan perhatian. Dengan demikian periklanan dapat diartikan sebagai taktik untuk memikat khalayak sasaran melalui berbagai strategi. Periklanan merupakan bentuk komunikasi massa, komunikasi yang dilakukan oleh pengiklan (advertiser) untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada konsumen (decoder) melalui media (Santosa, 2009:1).
Menelaah uraian definisi di atas maka pengertian komunikasi periklanan yaitu, suatu proses dimana sumber mentransmisikan informasi, gagasan, emosi, dan keterampilan dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, figur, grafik, dan sebagainya kepada penerima, pesan tersebut dirancang sedemikian rupa dengan menggunakan taktik dan strategi untuk memikat para khalayak sasaran.

SUMBER
Cangara Hafied. 1998. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada



Politeknik Negeri Jakarta
Teknik Grafika dan Penerbitan
Pengantar Komunikasi
"R. Eko Pranoto, A.Md"