Minggu, 01 November 2015

MEDIA KOMUNIKASI DAN STRATEGI KOMUNIKASI

MEDIA KOMUNIKASI

Media yaitu orang, bahan, peralatan yang menciptakan kondisi dimana seseorang dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan perbuhan sikap.
Media komunikasi adalah suatu alat yang digunakan untuk mempermudah dalam menyampaikan informasi dari seseorang kepada orang lain dengan maksud tertentu.
Tanpa komunikasi manusia akan terpisah dari lingkungannya. Tapi tanpa lingkungan komunikasi akan menjadi kegiatan yang tidak relevan. Dengan kata lain manusia berkomunikasi sebab perlu mengadakan hubungan dengan lingkungan. Ketika Dalam berkomunikasi, manusia tentunya memerlukan media komunikasi.
Komunikasi juga merupakan sebuah sarana yang dipakai untuk memproduksi, mereproduksi, mendistribusikan ataupun menyebarkan dan juga menyampaikan Informasi.

Media komunikasi sangat berperan di dalam kehidupan masyarakat. Proses pengiriman informasi di zaman yang serba modern ini sangat canggih. Teknologi telekomunikasi paling dicari oleh semua orang, untuk menyampaikan atau mengirimkan informasi ataupun berita sebab teknologi telekomunikasi semakin berkembang, semakin cepat, akurat, tepat, mudah, murah, efektif serta efisien. Berbagi informasi antar negara dan benua di belahan dunia manapun semakin sekarang semakin mudah.
Fungsi media komunikasi, meliputi:    
  • Efektifitas – dengan adanya media komunikasi akan mempermudah kelancaran dalam penyampaian informasi.
  • Efisiensi – dengan menggunakan media komunikasi akan mempercepat penyampaian informasi.
  • Konkrit – dengan memakai media komunikasi akan membantu mempercepat isi pesan yang memiliki sifat abstrak.
  • Motivatif – dengan menggunakan media komunikasi akan lebih semangat melakukan komunikasi.
Jenis-jenis media komunikasi, berdasarkan fungsinya sebagaimana di bawah ini:
  • Fungsi produksi – media komunikasi yang berguna untuk menghasilkan berbagai macam informasi, Misalnya: PC/Komputer pengolah kata (Word Processor).
  • Fungsi reproduksi – media komunikasi yang berguna untuk memproduksi ulang dan menggandakan informasi, Misalnya: Audio tapes recorder serta Video tapes.
  • Fungsi Penyampaian informasi – media komunikasi yang berfungsi untuk komunikasi yang digunakan untuk menyebarluaskan serta menyampaikan pesan kepada komunikan yang menjadi sasarannya, Misalnya: Hand phone, Telephone, Faximile, dsb.
Media komunikasi berdasarkan bentuknya, antara lain di bawah ini:
  • Media cetak adalah berbagai macam barang yang di cetak, yang dimana dapat digunakan sebagai sarana penyampaian pesan informasi, seperti contohnya: surat kabar/koran, brosur, bulletin dsb.
  • Media Audio adalah penerimaan informasi yang tersampaikan dengan menggunakan indra pendengaran, seperti contohnya: Radio dsb.
  • Media visual (media yang di pandang) adalah penerimaan pesan informasi yang tersampaikan menggunakan indra penglihatan, misalnya: Peta, foto, Diagram, Tabel dsb.
  • Media audio visual adalah suatu media komunikasi yang dapat dilihat sekaligus didengar, jadi untuk mengakses pesan informasi yang disampaikan, digunakan indra penglihatan dan indra pendengaran, seperti contohnya : Televisi, video dsb
Berdasarkan jangkauannya, diantaranya meliputi:
Media komunikasi eksternal adalah suatu media komunikasi yang digunakan untuk menjalin hubungan dan menyampaikan pesan informasi dengan pihak-pihak luar. Seperti contohnya:
  • Media komunikasi tercetak atau tertulis dimaksudkan untuk menjangkau publik eksternal seperti konsumen, pelanggan, mitra kerja, pemagang saham dan sebagainya. Misalnya seperti makalah perusahaan, brosur, bulletin. Media eksternal yang dicetak ini memiliki fungsi sebagai media penghubung, sebagai sarana menyampaikan keterangan, media pendidikan, sarana untuk membentuk opini masyarakat, sarana untuk membangun citra, dll.
  • Radio yaitu alat elektronik yang dapat digunakan sebagai media komunikasi serta informasi yang termasuk media audio yang hanya dapat memberikan rangsangan pendengaran saja. Melalui alat ini orang bisa mendengarkan siaran tentang berbagai peristiwa tang terjadi, kejadian penting yang terbaru, masalah-masalah dalam kehidupan maupun acara hiburan.
  • TV/Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi sendiri berasal dari kata tele dan kata vision, yang memiliki arti jauh (tele) serta tampak (vision). Jadi televisi dapat di artikan tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Untuk menyampaikan pesan informasi kepada masyarakat melalui siaran televisi dapat dipakai dengan memasang iklan, mengundang wartawan ataupun reporter televisi supaya memuat berita tentang kegiatan atau dapat pula mengajukan permohonan untuk mengisi suatu acara siaran di TV.
  • Telepon yaitu sebagai media komunikasi, telepon sangatlah penting untuk menyampaikan serta menerima berbagai informasi lisan, secara cepat dengan pihak publik eksternal.
  • Telephone Seluler (Handphone) yaitu merupakan salah satu dari perkembangan teknologi dengan kecanggihan teknologi zaman ini, fungsi handphone tidak hanya sebagai alat komunikasi saja tetapi juga dapat mengakses jaringan internet, sms, mms dan dapat saling mengirimkan data. Dengan semakin berkembangnya teknologi handphone, maka akan semakin membantu publik dalam melakukan berbagai aktivitas, sebab sekarang handphone dapat dikatakan sebagai identitas seseorang.
  • Surat adalah media penyampaian informasi secara tertulis, dapat berupa surat konvensional maupun elektronik. Surat-menyurat merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting diperusahaan. Banyak sekali informasi yang keluar masuk perusahaan melalui media ini, sebab surat merupakan media komunikasi yang sangat efektif jika yang terkait tidak dapat berhubungan secara langsung atau secara lisan.
  • Internet adalah Jaringan komputer yang terhubung secara luas dan tersebar di seluruh penjuru dunia. Jaringan ini meliputi jutaan komputer yang saling terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon ( baik kabel maupun wirelles/tanpa kabel). Fungsi media ini diantaranya mudah, cepat dan juga murah dalammenyampaikan informasi dengan jangkauan dunia. Internet menyediakan beberapa aplikasi yang bisa dipakai oleh para peggunanya. Misal seperti: Chatting, Email, web, dll.
Media komunikasi internal adalah semua sarana penyampaian dan juga penerimaan pesan informasi dikalangan publik internal, dan biasanya bersifat non-komersial. Penerima maupun pengirim informasi yaitu orang-orang publik internal. Media yang dapat digunakan secara internal antara lain, seperti: Surat, telephone, papan pengumuman, house jurnal (Majalah Bulanan), printed Material ( Media komunikasi cetakan), media Pertemuan dan pembicaraan, dll.
Kelebihan dan kelemahan media komunikasi

Media Komunikasi Audio
Kelebihan :

1.    Murah dan Mudah Pengadaannya
2.    Mempunyai jangkauan luas
3.    Bentuk sederhana
4.    Mudah digunakan
5.    Dapat menyampaikan pesan secara langsung
6.    Dapat mengembangkan daya imajinasi
7.    Alat perekam kaset mudah digunakan
  
Kelemahan :

1.    Sering timbul gangguan
2.    Biaya pemasangan relative mahal
3.    Tidak menggambarkan suatu unsure
4.    Penyajian terikat pada jadwal
5.    Kecepatan penyampaian informasi sudah tidak dapat dirubah

Media Komunikasi Visual

Kelebihan:

1.    Biaya Murah
2.    Dapat memperjelas suatu masalah
3.    Dapat menimbulkan inspirasi dan imajinasi
4.    Dapat menimbulkan suatu ide
5.    Alat dan pemeliharaannya sederhana

Kelemahan:

1.    Menimbulkan rasa bosan
2.    Hanya untuk indra penglihatan
3.    Tidak bergerak
4.    Memiliki rasa keterbatasan audien
5.    Keterikatan pada suatu ukuran

Media Komunikasi Audio Visual

Kelebihan:

1.    Informasi dapat diterima sesuai dengan kenyataan
2.    Dapat dimengerti hasil yang sebenarnya
3.    Tidak membosankan
4.    Dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda
5.    Pesan yang disampaikan bisa secara langsung

Kelemahan:

1.    Biaya relative mahal
2.    Kadang-kadang kejelasan suara kurang dipahami
3.    Kadang-kadang terjadi gangguan
4.    Penyajian informasi terikat pada jadwal


STRATEGI KOMUNIKASI

A. Pengertian Strategi Komunikasi
Keberhasilan kegiatan komunikasi secara efektif banyak ditentukan oleh penentuan strategi komunikasi. Di lain pihak jika tidak ada strategi komunikasi yang baik efek dari proses komunikasi (terutama komunikasi media massa) bukan tidak mungkin akan menimbulkan pengaruh negatif. Sedangkan untuk menilai proses komunikasi dapat ditelaah dengan menggunakan model-model komunikasi. Dalam proses kegiatan komunikasi yang sedang berlangsung atau sudah selesai prosesnya maka untuk menilai keberhasilan proses komunikasi tersebut terutama efek dari proses komunikasi tersebut digunakan telaah model komunikasi.
Menurut Onong Uchjana Effendi dalam buku berjudul “Dimensi-dimensi Komunikasi” menyatakan bahwa :
“.... strategi komunikasi merupakan panduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen (communications management) untuk mencapai suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan, dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu tergantung dari situasi dan kondisi”. (1981 : 84).

Selanjutnya menurut Onong Uchjana Effendi bahwa strategi komunikasi terdiri dari dua aspek, yaitu :
Secara makro (Planned multi-media strategy)
Secara mikro (single communication medium strategy)
Kedua aspek tersebut mempunyai fungsi ganda, yaitu :
Menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Menjembatani “cultural gap” , misalnya suatu program yang berasal dari suatu produk kebudayaan lain yang dianggap baik untuk diterapkan dan dijadikan milik kebudayaan sendiri sangat tergantung bagaimana strategi mengemas informasi itu dalam dikomunikasiknnya. (1981 : 67)

Sedangkan menurut Anwar Arifin dalam buku ‘Strategi Komunikasi’ menyatakan bahwa : Sesungguhnya suatu strategi adalah keseluruhan keputusan kondisional tentang tindakan yang akan dijalankan, guna mencapai tujuan. Jadi merumuskan strategi komunikasi, berarti memperhitungkan kondisi dan situasi (ruang dan waktu) yang dihadapi dan yang akan mungkin dihadapi di masa depan, guna mencapai efektivitas. Dengan strategi komunikasi ini, berarti dapat ditempuh beberapa cara memakai komunikasi secara sadar untuk menciptakan perubahan pada diri khalayak dengan mudah dan cepat. (1984 :10)

B. Teori Dalam Strategi Komunikasi

Dalam hal strategi dalam bidang apa pun tentu harus didukung dengan teori. Begitu juga pada strategi komunikasi harus didukung dengan teori, dengan teori merupakan pengetahuan mendasar pengalaman yang sudah diuji kebenarannya. Karena teori merupakan suatu statement (pernyataan) atau suatu konklusi dari beberapa statement yang menghubungkan (mengkorelasikan) suatu statement yang satu dengan statement lainnya.

Dari sekian banyak teori komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli, untuk strategi komunikasi yang memadai adalah teori dari seorang ilmuan politik dari Amerika Serikat yang bernama Harold D. Lasswell yang menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan kegiatan komunikasi atau cara untuk menggambarkan dengan tepat sebuah tindak komunikasi ialah menjawab pertanyaan Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect ? (siapa mengatakan apa dengan cara apa kepada siapa dengan efek bagaimana)”.

Formula Lasswell tersebut dapat dilihat pada skema yang digambarkan oleh Denis Mc Quail dan Sven Windahl sebagai berikut :
Telaah komunikator meliputi analisis hal-hal sebagai berikut :
  1. Sejauh mana si komunikator mempunyai percaya diri (self confident). Dikarenakan dalam Komunikasi Interpersonal ciri/karakteristiknya yang pertama dimulai dari diri sendiri maka komunikator harus percaya pada kemampuannya sendiri untuk melakukan relasi Komunikasi Interpersonal.
  2. Bagian dari peraya diri pada komunikator adalah penguasaan meteri/pengetahuan yang mendalam tentang hah-hal dari isi pesan yang akan di-reciever-kan (disampaikan).
  3. Sejauh mana komunikator mengendalikan transaksional, yaitu ketika bertemu dan berkenalan dengan komunikan maka komunikator sudah mempunyai persepsi mengenai identitas dan kepribadian komunikan. Untuk selanjutnya maka komunikator harus tetap mengendalikan identitas dan kepribadian komunikan seperti semula.
  4. Memelihara relasi, yaitu memelihara hubungan dengan komunikan dengan mengatur jarak duduk atau dengan tetap memperhatikan pandangan pada wajah komunikan.
  5.  telaah atau analisis pesan, komunikan, dan media sudah dibahas di muka pada Bab Proses Komunikasi pasal mengenai Mewujudkan Proses Komunikasi Yang Effektif.


Formula dari Lasswell tersebut termasuk dalam katagori model-model dasar dalam stretegi komunikasi. Formula sederhana ini telah digunakan dengan berbagai cara, terutama untuk mengatur dan mengorganisasikan dan membentuk struktur tentang proses komunikasi.

Formula Laswell menunjukkan kecenderungan-kecenderungan awal model-model komunikasi, yaitu menganggap bahwa komunikator pasti mempunyai “receiver” (penerima) dan karenanya komunikasi harus semata-mata dianggap sebagai proses persuasif. Juga selalu dianggap bahwa pesan-pesan itu pasti ada efeknya.

Formula Lasswell tersebut mengandung banyak keterkaitan dengan teori-teori lain seperti diungkapkan oleh Melvin L . De Fleur yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendi dalam buku ‘Dimensi-dimensi Komunikasi’, bahwa ada empat teori:
  1. Individual Differences Theory, bahwa khalayak sebagai komunikan secara selektif psikologis memperhatikan suatu pesan komunikasi jika berkaitan dengan kepentingannya, sesuai sikap, kepercayaan, dan nilai-nilainya.
  2. Social Catagories Theory, bahwa meskipun masyarakat modern sifatnya heterogen namun orang-orang yang mempunyai sifat yang sama akan memilih pesan komunikasi yang kira-kira sama dan akan memberikan tanggapan yang kira-kira sama pula.
  3. Social Relationship Theory, bahwa walaupun pesan komunikasi hanya sampai pada seseorang tapi kalau seseorang tersebut sebagai pemuka pendapat (opinion leader), maka informasi isi pesan tersebut akan diteruskan kepada orang lainnya bahkan juga menginterpretasikannya. Berarti opinion leader tadi mempunyai pengaruh pribadi (personal influence) yang merupakan mekanisme penting dapat merubah pesan komunikasi).
  4. Cultural Norms Theory, bahwa melalui penyajian yang selektif dan penekanan pada tema tertentu media massa menciptakan kesan-kesan pada khalayak bahwa norma-norma budaya yang sama mengenai topik-topik tertentu dibentuk dengan cara-cara khusus dengan batas-batas situasi perorangan, yaitu ada tiga :
1.    reinforce existing patterns, bahwa pesan komunikasi dapat memperkuat pola-pola yang sudah ada dan mengarahkan orang-orang untuk peraya bahwa suatu bentuk sosial dipelihara oleh masyarakat.
2.  create new shared convictions, bahwa media massa dapat menciptakan keyakinan baru mengenai suatu topik yang dengan topik tersebut khalayak kurang berpengalaman sebelumnya.
3.  change existing norms, bahwa media massa dapat merubah norma-norma yang sudah ada dan karenanya dapat merubah tingkah laku orang-orang. (1981 : 69).

Selanjutnya strategi komunikasi harus juga meramalkan efek komunikasi yang diharapkan, yaitu dapat berupa :
1.    Menyebarkan informasi
2.    Melakukan persuasi
3.    Melaksanakan intruksi 

Dari efek yang diharapkan tersebut dapat ditetapkan bagaimana cara berkomunikasi (how to communicate), dapat dengan :

1.      komunikasi tatap muka (face to face communication), dipergunakan apabila kita mengharapkan efek perubahan tingkah laku (behaviour change) dari komunikan karena sifatnya lebih persuasive
2.      komunikasi bermedia (mediated communication), dipergunakan lebih banyak untuk komunikasi informatif dengan menjangkau lebih banyak komunikan tetapi sangat lemah dalam hal persuasif.

Dalam strategi komunikasi peranan komunikator sangatlah penting, itulah sebabnya strategi komunikasi harus luwes supaya komunikator sebagai pelaksana dapat segera mengadakan perubahan bila dalam pelaksanaan menemui hambatan. Salah satu upaya untuk melancarkan komunikasi yang lebih baik mempergunakan pendekatan A-A Procedure (from Attention to Action Procedure) dengan lima langkah yang disingkat AIDDA.
A Attention (perhatian)
I Interest (minat)
D Desire (hasrat)
D Decision (keputusan)
A Action (kegiatan)

Dimulainya komunikasi dengan membangkitkan perhatian akan menjadikan suksesnya komunikasi. Setelah perhatian muncul kemudian diikuti dengan upaya menumbuhkan minat yang merupakan tingkatan lebih tinggi dari perhatian. Minat merupakan titik pangkal untuk tumbuhnya hasrat. Selanjutnya seorang komunikator harus pandai membawa hasrat tersebut untuk menjadi suatu keputusan komunikan untuk melakukan suatu kegiatan yang diharapkan komunikator.

Apakah strategi kominikasi Anda dirancang untuk  suatu proyek khusus  atau untuk suatu periode yang sama sebagai strategi organisasi, strategi tersebut harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

a.       Tujuan

Tujuan Anda adalah kunci sukses strategi komunikasi Anda. Tujuan tersebut harus mampu memastikan bahwa strategi komunikasi yang dikembangkan merupakan tuntutan kebutuhan organisasi, bukan karena adanya kebutuhan atas komunikasi itu sendiri.  Kegiatan komunikasi Anda bukan merupakan akhir dari semua kegiatan, tetapi dilakukan demi organisasi dan karena itu harus dikaitkan dengan tujuan organisasi. Tanyakan pada diri Anda sendiri apa yang dapat Anda lakukan dalam upaya komunikasi untuk mendukung agar organisasi Anda mencapai tujuan utamanya. Menggabungkan tujuan komunikasi dan tujuan organisasi akan menegaskan pentingnya dan relevansi komunikasi, dan karena itu akan menjadi kasus yang meyakinkan untuk melakukan kegiatan komunikasi dalam organisasi Anda.

b.      Sasaran

Anda perlu mengidentifikasi sasaran Anda dengan siapa Anda perlu berkomunikasi untuk mencapai tujuan organisasi. Sasaran terbaik yang dituju agar mencapai tujuan mungkin saja bukan sasaran yang paling jelas, dan mentargetkan sasaran, misalnya media, tidak selalu dapat membantu Anda mencapai tujuan. Setiap orang ingin mempunyai profil media dan profil politik yang lebih  tinggi, namun kegiatan untuk mendukung  dua hal tersebut biasanya hanya untuk kepentingan pribadi dan hanya terdorong oleh kebutuhan mengkomunikasikan, dengan dampak yang tidak luas. Efeknya bisa saja negatif jika Anda menghabiskan seluruh sumberdaya untuk hal ini yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingan kunci.

c.       Pesan

Mencari target yang strategis dan konsisten adalah  kunci pesan organisasi. Ciptakan sesuatu yang komprehensif dan mencakup semua pesan kunci, dan beri tekanan pada unsur-unsur yang berbeda untuk pendengar yang berbeda. Untuk memaksimalkan dampak pesan yang akan disampaikan perlu dirangkum dalam tiga point yang dapat diulang-ulang. Ingat, komunikasi adalah  tentang bercerita: gunakan penyampaian narasi yang menarik, cerita-cerita seputar minat manusia, dan imajeri yang menarik.

d.      Instrumen dan kegiatan

Kenali instrumen dan kegiatan yang sesuai untuk mengkomunikasikan pesan kunci. Anda dapat memperoleh gagasan ini dari pendengar  atau dari pesan-pesan, atau kombinasi dari keduanya. Misalnya, sebuah laporan tahunan akan bermanfaat untuk komunikasi perusahaan, sementara bulletin email cocok untuk komunikasi internal.  Pastikan bahwa Anda merancang instrumen dan kegiatan berdasarkan waktu yang sesuai dan sumberdaya dana yang ada.

e.       Sumberdaya dan skala waktu

Aturan utama yang harus ditaati adalah selalu menepati janji dan jangan mengumbar janji.  Gunakan sumberdayamu dan skala waktu untuk menetapkan harapan yang dapat diwujudkan.

f.       Evaluasi dan Amandemen

Pertimbangkan melakukan audit komunikasi untuk memperkirakan efektivitas strategi komunikasi Anda dengan pendengar internal maupun external.  Gunakan pertanyaan terbuka dengan jawaban dan tolok ukur yang tepat, dan bila mungkin carilah seseorang untuk mengerjakan ini.  Pertimbangkan dan diskusikan hasilnya dengan cermat dan gunakan temuan2 yang ada untuk mengubah strategi Anda.

Strategi komunikasi dalam bidang pertanian merupakan suatu usaha untuk dapat mengubah sosok wajah pertanian dan pedesaan indonesia. Disamping perubahan  di bidang prasarana fisik, teknologi dan produktivitas pertanian, para petani Indonesia juga telah berubah secara nyata. Meski pada kenyataannya populasi petani telah menjadi lebih kecil tetapi mengalami kemajuan kualitas yang lebih baik, bagaimana tidak ini jelas terlihat pada membaiknya tingkat pendidikan petani yang lebih mengenal kemajuan, kebutuhan dan harapan-harapannya meningkat, dan pengetahuan serta keterampilan bertaninya juga jauh lebih baik. Semua ini tidak terlepas dari suatu sistem strategi yang memiliki hasrat untuk mencapai tujuan secara efektif. Lionberger dan Gwin (1982) menyatakan bahwa strategi komunikasi umumnya dirumuskan dengan memperhatikan tiga hal, yaitu khayalak sasaran, pesan yang akan disampaikan, dan saluran yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Di sisi lain, teknologi produksi pertanian terus berkembang dan meningkat. Maka upaya penyebaran inovasi teknologi kepada petani juga perlu ditingkatkan. Tindakan  ini tidak semudah mengaplikasikannya terhadap masyarakat terdidik secara umum, karena masih banyak dijumpai kasus kegagalan penerapan teknologi oleh petani di Indonesia. Kegagalan penerapan teknologi oleh petani disebabkan oleh berbagai faktor, seperti: (1) Faktor-faktor personal petani sasaran seperti umur, pendidikan, latar belakang budaya, kepercayaan dan perilaku keseharian; (2) Faktor-faktor situasional seperti keadaan alam, pengaruh keluarga dan kelompok sosial, dan kebijakan pemerintah; dan (3) Karakteristik teknologi seperti kerumitan teknologi, sarana pendukung penerapan teknologi kurang tersedia, dan teknologi yang seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masalah ini merupakan masalah yang kompleks dan memerlukan penanganan yang serius, karena kegagalan penerapan teknologi oleh petani akan menimbulkan dampak negatif berupa hilangnya kepercayaan petani terhadap suatu teknologi, dan akan berpengaruh juga terhadap introduksi teknologi berikutnya, sehingga  pada akhirnya akan menghambat program-program pembangunan khususnya di pertanian.



SUMBER :
Lionberger, H.F., and Gwin, Paul H.1982. Communication Strategies : a Guide for Agricultural Change Agents. Danville, Illionis: The Interstate Printers &
Publisher.
Van den Ban, A.W. dan H.S. Hawkins, 1998. Penyuluhan Pertanian. Yogyakarta:
Kanisius.
http://www.mediatrust.org/training-events/training-resources/online-guide. 
Diakses: tanggal 18 maret 2012.
http://www.strateki-komunikasi.html. 
Diakses: tanggal 18 maret 2012.

Politeknik Negeri Jakarta
Teknik Grafika dan Penerbitan
Pengantar Komunikasi
"R. Eko Pranoto, A.Md"



Jumat, 11 September 2015

TIPE KOMUNIKASI, KARAKTERISTIK DAN FUNGSI

1. KOMUNIKASI MASSA


Komunikasi massa atau dalam Bahasa Inggrris (Mass communication) yang dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya massal. Biasanya bisa melalui alat – alat yang bersifat mekanis seperrti radio, televisi, surat kabar dan film. Komunikasi Massa dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan- pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.
Karakteristik Komunikasi Massa
  1. Publisitas, disebarluaskan kepada khalayak (orang banyak).
  2. Universalitas, pesannya bersifat umum, mencakup segala aspek kehidupan dansemua peristiwa di berbagai tempat, sasaran dan pendengarnya juga mencakup masyarakat umum.
  3. Periodisitas, sifatnya tetap atau berkala, misalnya harian atau mingguan, atau siaran sekian jam per hari.
  4. Kontinuitas, berkesinambungan atau terus-menerus sesuai dengan periode mengudara atau jadwal terbit.
  5. Aktualitas, berisi hal-hal baru, seperti informasi atau laporan peristiwa terbaru, tips baru, dan sebagainya. Aktualitas juga berarti kecepatan penyampaian informasi kepada publik.
Fungsi Komunikasi Massa
  1. Menyebarluaskan informasi
  2. Sebagai bahan diskusi
  3. memajukan pendidikan dan kebudayaan
  4. Merangsang pertumbuhan ekonomi
  5. Menciptakan kebahagiaan hidup seseorang



2. KOMUNIKASI PUBLIK

Komunikasi Publik biasa disebut komunikasi pidato, komunikasi kolektif, komunikasi retrorika, public speaking dan komunikasi khalayak. Komunikasi publik menunjukkan suatu proses komunikasi di mana pesan – pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan khalayak yang lebih besar. Artinya, komunikasi publik penyampaian pesan berlangsung secara kontinu. Dapat diidentifikasi siapa yang berbicara dan siapa pendengarnya.
Karakteristik Komunikasi Publik
Effendy mengungkapkan tentang karakteristik dari komunikasi publik adalah sebagai berikut:
  1. Komunikasi publik berlangsung satu arah, ini berarti tidak terdapat arus balik dari komunikan kepada komunikator.
  2. Komunikator paada komunikasi publik bersifat umum, karena diperuntukan kepada umum mengenai kepentingan umum. jadi ditujukan kepada perseorangan atau kelompok tertentu.
  3. Media dalam komunikasi publik menimbulkan keserempakan, kemampuannyauntuk menimbulkan keserempaan kepada khalayak dalam menerima pesan - pesan yang disebarkan.
  4. Komunikan publik bersifat heterogen. Dalam komunikasi publik, khalayak yang dituju adalah siapa saja yang bersifat heterogen atau khalayak umum.
Fungsi Komunikasi Publik
  1. Menumbuhkan semangat kebersamaan.
  2. Mempengaruhi orang lain atau si penerima.
  3. Memberikan informasi kepada si penerima.
  4. Memajukan Pendidikan.
  5. Menghibur.


3. KOMUNIKASI ORGANISASI

Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
Komunikasi Formal, biasanya terjadi diantara anggota organisasi / perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan, konferensi, seminar dan sebagainya.
Komunikasi Informal, terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas-desus, dan sebagainya.
Karakteristik Komunikasi Organisasi
Menurut (Goldhaber, 1993 : 14)
  1. Komunikasi organisasi terjadi di dalam suatu sistem terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungan internal (budaya) dan eksternal.
  2.  Komunikasi organisasi melibatkan pesan-pesan dan arusnya, tujuan, arah, dan media yang digunakan.
  3. Komunikasi organisasi melibatkan orang-orang dengan sikap, perasaan, hubungan, dan kemampuan-kemampuannya.
Menurut (Van Riel & Fombrun, 2007 : 20)
  1. Komunikasi organisasi ditujukan kepada audiens korporat seperti stakeholders, jurnalis, analis, regulator, dan legislator.
  2. Komunikasi organisasi memiliki perspektif jangka panjang dan tidak secara langsung ditujukan untuk tujuan penjualan.
  3. Komunikasi organisasi mengaplikasikan jenis yang berbeda sebab pesan-pesannya lebih formal dan tidak berlebihan seperti pesan-pesan komunikasi pemasaran.
Fungsi Komunikasi Organisasi
  1. Agar tidak terjadinya kesalahpahaman dalam penyampaian informasi antar anggota dalam suatu organisasi.
  2. Agar tercapainya tujuan bersama.
  3. Menyatukan seluruh aspek untuk kepentingan bersama.
  4. Memudahkan anggota untuk mengerjakan instruksi – instruksi yang diberikan atasan.


4. KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi di mana orang – orang yang terlibat dalam komunikasi menganggap orang lain sebagai pribadi dan bukan sebagai objek seperti halnya benda, dan komunikasi antarpribadi merupakan (interpersonal communication) yaitu komunikasi secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun non verbal.
Karakteristik Komunikasi Antarpribadi
Judy C. Pearson (1983) menyebutkan enam karakteristik komunikasi antarpribadi yaitu:
  1. Komunikasi antarpribadi dimulai dengan diri pribadi (self). Berbagai persepsi komunikasi yang menyangkut pengamatan dan pemahaman berangkat dari dalam diri kita, artinya dibatasi oleh siapa diri kita dan bagaimana pengalaman kita.
  2. Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional. Anggapan ini mengacu pada tindakan pihak-pihak yang berkomunikasi secara serempak menyampaikan dan menerima pesan.
  3. Komunikasi antarpribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Maksudnya komunikasi antarpribadi tidak hanya berkenaan dengan isi pesan yang dipertukarkan, tetapi juga melibatkan siapa partner komunikasi kita dan bagaimana hubungan kita dengan partner tersebut.
  4. Komunikasi antarpribadi menyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi.
  5. Komunikasi antarpribadi melibatkan pihak-pihak yang saling tergantung satu dengan lainnya (interdependen) dalam proses komunikasi.
  6. Komunikasi antarpribadi tidak dapat diubah maupun diulang.
Fungsi Komunikasi Antarpribadi
  1.  Menyampaikan informasi
  2. Berbagi pengalaman
  3. Menumbuhkan simpati
  4. Melakukan kerjasama
  5. Menumbuhkan motivasi
  6.  Keluh kesah

5. KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini). Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi (Tubbs, Moss:1996).
Karakteristik komunikasi Antarbudaya
Menurut Stella Ting-Toomey, ada beberapa karakteristik komunikasi antar budaya: 
  1. Pertukaran simbolis, mengacu pada penggunaan simbol-simbol verbal dan nonverbal antara minimal dua individu untuk mencapai makna bersama.
  2. Proses, mengacu pada sifat saling bergantung dari pertemuan antarbudaya. Setelah dua orang asing melakukan kontak budaya dan berusaha untuk berkomunikasi, mereka masuk ke dalam suatu hubungan saling bergantung. Selanjutnya, komunikasi antarbudaya adalah proses ireversibel karena penerima dapat membentuk kesan yang berbeda bahkan dalam hal pesan berulang-ulang bersamaan.
  3. Komunitas budaya yang berbeda, didefinisikan sebagai konsep yang luas. Sebuah komunitas budaya mengacu pada sekelompok individu berinteraksi dalam senuah unit dibatasi yang menegakkan seperangkat tradisi berbagi dan cara hidup.
  4. Menegosiasikan makna bersama, mengacu pada tujuan umum dari setiap pertemuan komunikasi antarbudaya. Dalam negosiasi bisnis antarbudaya atau hubungan romantis antarbudaya, tingkat pertama perhatian kita adalah bahwa ada keinginan pesan yang disampaikan bisa dipahami.
  5. Situasi interaktif, mengacu pada adegan interaksi pertemuan diadik. Sebuah adegan interaktif antara dua individu yang saling memberi dan menerima.
Fungsi Komunikasi Antarbudaya
  1. Memahami perbedaan budaya yang mempengaruhi praktik komunikasi.
  2. Mengkomunikasi antar orang yang berbeda budaya.
  3. Mengidentifikasikan kesulitan – kesulitan yang muncul dalam komunikasi.
  4. Membantu mengatasi masalah komunikasiyang disebabkan oleh perbedaan budaya.
  5.  Meningkatan ketrampilan verbal dan non verbal dalam komunikasi.
  6.  Menjadikan kita mampu berkomunikasi secara efektif.

6. KOMUNIKASI KELOMPOK

Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, peserta komunikasi lebih dari dua orang, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
Komunikasi kelompok biasanya digunakan untuk bertukar informasi, menambah pengetahuan, memperteguh atau mengubah sikap dan perilaku, mengembangkan kesehatan jiwa, dan meningkatkan kesadaran.
Karakteristik Komunikasi Kelompok
  1. Karakteristik komunikasi kelompok, yaitu norma (persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan lainnya; ada tiga kategori norma yaitu norma sosial, prosedural, dan norma tugas) dan peran (pola-pola perilaku yang diharapkan dari setiap anggota kelompok; ada dua fungsi peran dalam kelompok, yaitu fungsi tugas dan fungsi pemeliharaan).
  2. Karakteristik dari kelompok kecil, yaitu : ditujukan pada kognisi komunikan, prosesnya berlangsung secara dialogis, sirkular, komunikator menunjukkan pesan atau pikiran kepada komunikan, umpan balik berbentuk verbal.
  3. Karakteristik dari kelompok besar, yaitu : ditujukan kepada Afeksi komunikan, prosesnya berlangsung secara linear, dialogis namun berbentuk tanya jawab. Suatu kelompok disadari atau tidak berpengaruh sangat besar terhadap cara suatu individu dalam bertindak, bersikap, berperilaku, dan pola pikir.
Fungsi Komunikasi Kelompok
  1. Sebagai sarana pendidikan untuk mencapai pertukaran pikirian antar kelompok.
  2. Sebagai sarana untuk memelihara hubungan sosial.
  3. Menghendaki adanya perubahan sikap dan tingkah laku.
  4. Sebagai pemecah masalah dan pengambilan suatu keputusan.




REFERENSI
Arni, Muhammad. 2008. Komunikasi Organisasi,Jakarta: Bumu Aksara.
Liliweri,Alo. 2004. Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Sihabudin. Ahmad. 2011. Komunikasi Antar Budaya, Jakarta: Budi Aksara
Liliweri, Alo.1991. Komunikasi Antarpribadi. Bandung : Citra Aditya Bakti.
Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Grasindo.
Sugiyo. 2005. Komunikasi Antarpribadi. Semarang: UNNES Press.
Cangara, hafied.2006. Pengantar komunikasi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.




Politeknik Negeri Jakarta
Teknik Grafika dan Penerbitan
Pengantar Komunikasi
"R. Eko Pranoto, A.Md"